Penaksiran Risiko Bencana Kebakaran Bangunan di Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng
DOI:
https://doi.org/10.33019/yr0t0j42Kata Kunci:
Bencana Kebakaran Bangunan, Bahaya, Kerentanan, Kapasitas, RisikoAbstrak
Kebakaran bangunan merupakan salah satu bencana perkotaan yang berpotensi menimbulkan kerugian terhadap keselamatan jiwa, aset, serta aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Kecamatan Bantaeng sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi di Kabupaten Bantaeng memiliki karakteristik wilayah yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya, kerentanan, kapasitas, dan risiko kebakaran bangunan di Kecamatan Bantaeng menggunakan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis multi-kriteria melalui pembobotan, skoring, dan normalisasi terhadap setiap parameter. Analisis bahaya disusun berdasarkan penggunaan lahan, riwayat kejadian kebakaran, kondisi instalasi listrik, dan penggunaan kompor. Analisis kerentanan mencakup dimensi sosial, fisik, lingkungan, dan ekonomi, sedangkan analisis kapasitas menggunakan parameter jarak terhadap pos pemadam kebakaran, akses terhadap hidran, serta pelatihan dan sosialisasi kebakaran. Seluruh parameter diintegrasikan untuk menghasilkan indeks risiko kebakaran bangunan pada setiap kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bahaya kebakaran didominasi oleh kategori sedang hingga tinggi, terutama pada wilayah yang memiliki riwayat kejadian kebakaran dan potensi gangguan instalasi listrik. Kerentanan sosial dan fisik umumnya berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan kerentanan lingkungan bervariasi dari kategori rendah hingga tinggi bergantung pada ketersediaan sumber air dan lahan kosong. Kerentanan ekonomi didominasi kategori rendah hingga sedang, dengan pekerja sektor informal sebagai faktor yang paling berpengaruh. Kapasitas penanggulangan kebakaran sebagian besar berada pada kategori sedang, namun masih terdapat perbedaan akses terhadap pos pemadam kebakaran dan tingkat kesiapsiagaan masyarakat antarwilayah. Integrasi komponen bahaya, kerentanan, dan kapasitas menunjukkan adanya variasi tingkat risiko kebakaran bangunan pada setiap kelurahan, sehingga diperlukan strategi mitigasi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah melalui peningkatan infrastruktur penanggulangan kebakaran, penguatan kapasitas kelembagaan, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Referensi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. BNPB.
Fatmawati, A., Wahyuni, S., & Syafei, A. (2020). Identifikasi kesiapsiagaan kelompok rentan dalam menghadapi bencana kebakaran di permukiman padat penduduk. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(2), 145–152.
Firmansyah, R., Subiyanto, S., & Wijaya, A. (2023). Analisis spasial tingkat kerentanan kebakaran permukiman menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Geodesi Undip, 12(1), 34–43.
Pratama, A. Y., & Sukwardjono, S. (2022). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk pemetaan zona risiko kebakaran bangunan di kawasan perkotaan. Jurnal Bumi Indonesia, 11(3), 1–10.
Pribadi, K. S., Yanuarto, T., & Afifa, R. (2021). Evaluasi indeks risiko kebakaran permukiman berdasarkan parameter kerentanan dan kapasitas infrastruktur kota. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 6(2), 89–102.
Ramadhan, A. (2021). Manajemen penanggulangan kebakaran pada bangunan gedung dan permukiman. Pustaka Ilmu.
Syamsir, N. R., Rian, M., & Yuslim, A. (2022). Kajian kerentanan sosial-demografi terhadap potensi risiko bencana kebakaran perkotaan. Jurnal Integrasi Spasial, 7(1), 22–31.
Tufail, D. N., Neowa, H. S., & Fisu, A. A. (2023). Identification of fire disaster vulnerability in Karang Rejo Sub-District, Balikpapan Central District. PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, 8(1), 62–73.
Wibisana, A., Raharjo, B., & Indarto, S. (2024). Spatial modeling for building fire risk assessment using GIS assessment. Indonesian Journal of Geography, 56(1), 89–98.
Xing, J., & Huang, L. (2013). Fire hazard assessment of high-rise buildings based on fire risk parameters and historical data. Procedia Engineering, 52, 512–518.

